Harga Pakan Akan Terus Melambung Pada 2022?

Harga Pakan Akan Terus Melambung Pada 2022?
Desianto B. Utomo, Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT)
Spread the love

PODZOLIK.COM—Harga sapronak, khususnya pakan yang terus melonjak, dituding menjadi salah satu sandungan perkembangan bisnis unggas nasional. Pasalnya, harga pakan berpengaruh langsung terhadap harga produk akhir, dan tingkat pendapatan peternak.

Desianto B. Utomo, Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) mengungkapkan, sekitar 80—85% biaya produksi pakan dipengaruhi oleh bahan pakan. Sementara kenaikan harga pakan yang terjadi belakangan ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga berbagai bahan pakan.

“Bahan pakan lokal berupa jagung harganya berfluktuasi, dan bahan pakan impor seperti SoyBean Meal (SBM) dan Meat Bone (MBM) naik tajam, dan menyebabkan harga pakan secara otomatis terkoreksi,” ujar Desianto dalam webinar bertema Geliat Bisnis Udang dan Unggas di Tahun Macan Air (10/3/2022).

Desianto memaparkan, berdasarkan data yang diperolehnya, harga jagung pada Januari 2022 bertenger di kisaran Rp5.577/kg. Meski sedikit menurun dibandingkan harga di Desemebr 2021, namun jauh lebih tinggi dibandingkan harga di Januari 2021 yang sebesar Rp4.470/kg.

Sementara harga SBM dan MBM pada Februari 2022, masing-masing sudah menyentuh angka Rp9.450/kg dan Rp11.000/kg. Padahal, pada Januari 2022 masing-masing harganya masih pada kisaran Rp7.950/kg dan Rp 10.800/kg.

“Selain itu, terjadi juga lonjakan harga ocean freight atau ongkos pengiriman lewat laut yang tinggi dan diikuti keterbatasan pasokan kontainer sehingga membuat biaya ekspor ikut naik.” Ujar Desianto yang menyontohkan pengiriman ke Amerika serikat dari semula USD2000 melonjak menjadi USD22.000.

Menurut Desianto, tantangan berikutnya yang dihadapi industri pakan yaitu pengenaan PPN dan bea masuk terhadap beberapa jenis bahan pakan impor. Hal ini juga menjadi penyebab harga pakan menjadi semakin mahal.

“Sebagai gambaran, impor bahan pakan di Malaysia tidak dikenakan VAT dan Import Duty, biaya logistik hanya custom clearance, forwarding, dan handling,” keluhnya.

Namun demikian, Desianto dan kawan-kawan di GPMT menyatakan akan terus berupaya untuk melakukan efisiensi dalam produksi pakan agar dapat lebih konpetitif, sehingga harga pakan tetap terjangkau oleh peternak. (sr)

Bagikan