Mengintip Pertanian Vertikal di Rusia

Mengintip Pertanian Vertikal di Rusia
Tanaman dibudiddayakan dengan hidroponik pada rak rak yang bertumpuk. (Istimewa)
Spread the love

 

Vertical farming dianggap sebagai solusi bagi kerahan pangan perkotaan. Apalagi metode ini efisien dalam penggunaan lahan, mengatasi berkurangnya lahan subur, hingga mendekatkan produsen ke konsumen.

 

Di Rusia, metode pertanian ini berkembang pesat. Apalagi tantangan ketahanan pangan di kota-kota besar di Rusia sangat tinggi. Sementara lahan yang dianggap cocok bagi pertanian semakin terbatas.

Dikutip dari hortidaily, salah satu yang mengeksplorasi vertikal farming di Rusia adalah Ifarm. Perusahaan yang didirikan pada 2017 ini, membangun 5 pertanian vertikal di Moskow dan Novosibirsk. iFarm menanami dengan selada, reculo, tomat, bayam dan strowberi.

Alexander Lyskovsky, pendiri dan CEO iFarm mengatakan, teknologi vertikal farming  yang dikembangkan Ifarm, mampu menumbuhkan tanaman-tanaman yang dibutuhkan masyarakat sepanjang tahun, dan menciptakan instrumen yang efisien pertanian. Metode ini juga sangat efisien, karena hanya menggunakan 10% air, dan lebih hemat 25% penggunaan listrik dibandingkan cara tanam tradisional.

Perusahaan lain yang juga mengembangkan vertical farming adalah Mestnye Korny. Perusahaan ini membangun 10 lokasi vertikal farming di Rusia. Mestnye Korny mengklaim mampu menghasilkan beragam sayuran dengan kapasitas 1 ribu ton per tahun.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Serikat Nasional Buah dan Sayuran di Rusia, Mikhail Glushkov mengatakan metode vertikal farming juga berperan mendekatkan dengan konsumen sehingga logistik lebih murah. Ia mencontohkan, untuk penjualan selada ke pasar hanya butuh waktu kurang dari 2 hari hingga terjual habis.

Kini banyak pihak di Rusia tertarik mengembangkan vertikal farming. Mereka juga mulai memanfaatkan gedung-gedung terbengkalai. Bahkan beberapa perusahaan teknologi pertanian telah mempersiapkan dan menawarkan sistem sistem manajemen berbasis komputer yang mampu mengoptimalkan kondisi setiap lahan. Sehingga, tanaman mampu tumbuh optimal di semua ruang, termasuk ruang bawah tanah, atau atap gedung. (ih/tmr-rs-berbagaisumber)

 

Bagikan

Leave a Reply