Pemerintah Gelar Operasi Pasar Guna Stabilkan Harga Telur

Pemerintah Gelar Operasi Pasar Guna Stabilkan Harga Telur
Istimewa.
Spread the love

PODZOLIK.COM—Beberapa pekan tekahir, harga telur tengah mengalami fluktuasi di pasar. Merespon kondis tersebut, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menggandeng Kementerian Perdagangan, koperasi, dan asosiasi, menggelar operasi pasar telur di sejumlah titik.

Diungkapkan oleh Arief Prasetyo Adi, Kepala NFA,  Kegiatan tersebut merupakan langkah sigap yang dilakukan pemerintah untuk stabilisasi pasokan dan harga telur.

“Upaya ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk menstabilkan pasokan dan harga telur, serta menjaga keseimbangan baru di tingkat produsen dan konsumen. Di satu sisi kita membantu para peternak agar produksinya terserap oleh pasar, di sisi lain kita juga mengakomodir kepentingan konsumen serta masyarakat untuk mendapatkan harga yang wajar,” ujar Arief selepas meninjau operasi pasar di Pasar Minggu, Jakarta, (2/9/2022).

Arif menjelaskan, operasi pasar telur akan dilakukan selama dua hari. Hari pertama, Kamis (1/9), digelar dengan menggelontorkan telur sebanyak 5 ton di tiga titik, yaitu Pasar Inpres Bata Putih Kebayoran Lama, Pasar Kebayoran Lama, dan Pasar Sayur Cipulir.

“Mulai hari ini kita akan gelar terus dengan peningkatan target pendistribusian menjadi 50 ton per hari, atau sekitar 10 truk per hari,” kata dia.

Arief menuturkan, sampai dengan 5 September ini operasi pasar minimal akan digelar di 5 titik, yaitu Pasar Minggu, Pasar Cijantung, Pasar Inpres Bata Putih Kebayoran Lama, Pasar Kebayoran Lama, dan Pasar Sayur Cipulir.

Menurutnya, telur pada operasi pasar tersebut didistribusikan dengan harga jual sebesar 27 ribu rupiah per kg di tingkat konsumen. Di mana harga tersebut telah sesuai dengan harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang telah disepakati antara NFA dengan stakeholder perunggasan nasional dan saat ini dalam proses pengundangan.

“HAP telur yang telah disepakati 22 24 ribu rupiah per kg di tingkat produsen/peternak, dan 27 ribu rupiah per kg di konsumen. Harga tersebut sesuai dengan kesepakatan antara NFA dengan pelaku usaha dan stakeholder perunggasan nasional, sehingga dengan ini kita berharap peternak/petani sejahtera, pedagang untung, dan masyarakat tersenyum,” tambahnya.

Operasi pasar ini terselenggara berkat kolaborasi NFA dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO).

Salin itu didukung juga oleh Pemprov DKI dan PD Pasar Jaya. Sementara itu, pasokan telur diperoleh dari koperasi peternak yang ada di Kendal dan Blitar. Dua wilayah tersebut merupakan produsen telur yang memasok kebutuhan telur ke Jabodetabek.

“Asosiasi selaku offtaker melakukan pembelian telur di lokasi sentra Kendal dan Blitar, NFA kemudian memberikan fasilitasi distribusi dari lokasi kandang ke lokasi pasar di Jabodetabek. Telur dijual langsung ke konsumen oleh pedagang pasar yang dikoordinir Asosiasi dengan harga 27 ribu per kg,” paparnya.

Lebih lanjut, Arief menambahkan, aksi ini digelar sebagai langkah memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan global sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo. Selain itu, hal ini juga sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden mengenai upaya stabilisasi harga telur.

Arief menambahkan, untuk menjaga keberlanjutan stabilisasi pasokan dan harga telur serta komoditas pangan lainnya, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri telah menyampaikan, bahwa pemerintah daerah dapat menggunakan anggarannya untuk membantu biaya distribusi pangan guna memenuhi pasokan dan menekan inflasi.

“Solusi jangka panjang lainnya adalah, mengamankan rantai pasok hulu-hilir, untuk itu NFA juga melakukan stabilisasi pasokan dan harga pakan jagung dengan memfasilitasi distribusi jagung dari Sumbawa dan Bima ke Kendal dan Blitar. Jadi tugas Badan Pangan Nasional ini bukan cuma di hilir, tapi juga di hulunya distabilkan. Tentunya dengan bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait,” terang Arief.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang turut hadir pada operasi pasar tersebut mengatakan, untuk memastikan ketersediaan pangan ke depan, Badan Pangan Nasional saat ini sedang merancang regulasi dan tata kelolanya.

“Saya dukung penuh, agar ada stok kita yang kuat. Nanti akan di tata mudah-mudahan tahun depan khusus perintah presiden kepada kami, pangan tersedia, harga terjangkau,” ujarnya.

Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri menyambut baik kerja sama stabilisasi harga telur melalui operasi pasar ini.

Aksi ini selain untuk memastikan konsumen mendapatkan harga telur yang wajar, juga untuk menjaga para pedagang pasar mendapatkan pasokan telur dengan harga yang baik. Ia mengatakan, para pedagang dapat menghabiskan stok telur yang lama terlebih dahulu sebelum menjual stok telur baru dengan harga Rp27 ribu. (rs)

Bagikan