Pemerintah Genjot Percepatan Vaksinasi Rabies

Pemerintah Genjot Percepatan Vaksinasi Rabies
istimewa
Spread the love

PODZOLIK.COM—Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian, terus berupaya untuk pelaksanaan vaksinasi massal rabies di berbagai daerah. Hal ini dilakukan untuk menekan jumlah kasus rabies pada hewan, khususnya pada anjing di provinsi Bali.

Disampaikan oleh Nuryani Zainuddin, Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, untuk desa yang tertular dan telah selesai divaksinasi, maka harus segera dilanjutkan dengan kegiatan vaksinasi di desa lain disekitarnya, sehingga akan mencakup seluruh desa di Bali.

“Vaksinasi massal rabies harus segera dilakukan untuk menekan sirkulasi virus rabies, khususnya pada anjing di desa-desa tertular rabies pada tahun 2022, dan vaksinasi menjadi prioritas, hal ini mengingat kasus rabies pada hewan selama 2022 meningkat akibat terhambatnya pelaksanaan vaksinasi karena pandemi COVID-19 dari 2020,” ungkapnya saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pengendalian Rabies di Kuta, Bali, (09/2/2022).

Sementara itu, Imran Pambudi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan, menyatakan bahwa ketersediaan vaksin dan serum juga dijaga ketersediaannya untuk korban kasus gigitan hewan penular rabies. Selain itu, perlu dilakukan kampanye pemberantasan rabies dengan penetapan bulan vaksinasi rabies pada hewan.

“Hal tersebut menjadi strategi dan rencana operasi pengendalian rabies di Bali yang sudah disepakati bersama lintas Kementerian,” ungkap Imran.

Pada kesempatan sama, Anak Agung Istri Inten Wiradewi, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menyampaikan, pihaknya siap untuk memulai vaksinasi massal rabies di Bulan Februari 2023. Pasalnya, logistik dan petugas vaksinasi sudah siap untuk target desa-desa yang tertular. Bahkan di beberapa kabupaten sudah memulai kegiatan vaksinasi.

“Vaksin yang dimiliki saat ini bantuan dari World Organisation for Animal Health (WOAH), dan tambahan vaksin pengadaan bersumber APBN, APBD I dan II tahun 2023, mencukupi untuk vaksinasi massal rabies dengan target sekitar 600 ribu ekor anjing di Bali,” imbuhnya.

John Weaver dari Program Kemitraan Australia-Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) menyampaikan, pihaknya berkomitmen membantu implementasi pemberatasan rabies di Bali. Menurutnya, perlu adanya rencana kerja jangka panjang untuk segera menuntaskan rabies di Bali.

“Setidaknya diperlukan vaksinasi massal pada hewan tiga tahun bertutut-turut disertai surveilans untuk bisa membawa Bali ke arah pembebasan rabies,” beber John. (dl)

Bagikan