Pupuk Indonesia Siapkan 2,17 Juta Ton Pupuk Subsisdi Untuk Musim Tanam Baru

Pupuk Indonesia Siapkan 2,17 Juta Ton Pupuk Subsisdi Untuk Musim Tanam Baru
Istimewa.
Spread the love

PODZOLIK.COM—PT Pupuk Indonesia (Persero) mulai menyiapkan stok pupuk subsidi lebih awal untuk menyambut musm tanam baru 2021. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi perubahan iklim yang berpotensi berdampak bagi pendistribusian pupuk bersubsidi.

Eric Juliana Rachman, SVP Perencanaan & Manajemen PSO PT Pupuk Indonesia (Persero), menyebutkan bahwa saat ini stok pupuk bersubsidi mencapai 2,17 juta ton. Sementara stok di gudang lini 3 mencapai 294% dari stok minimum yang ditetapkan pemerintah.

“Kami segera melakukan pengiriman ke gudang-gudang, karena kondisi cuaca juga dapat menghambat transportasi laut maupun darat,” ungkap Eric dalam keterangan resminya, (04/11/2021).

Untuk mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia juga membangun sistem teknologi informasi. Diantaranya melalui sistem penebusan online oleh distributor, serta melakukan pemantauan stok secara online melalui Distribution Planning & Control System (DPCS). Kelebihannya, sistem ini dapat melakukan pemantauan hingga lini 4 (kios).

Selain itu, Pupuk Indonesia saat ini sedang mengembangkan Retail Management System (RMS). Saat ini aplikasi tsb diperuntukkan bagi penebusan pupuk komersil, aplikasi ini dapat mengcapture data pembeli dan beroperasi secara online maupun offline. Kedepan dimungkinkan RMS ini digunakan sebagai alat penebusan pupuk bersubsidi.

“Sistem ini sudah kami sampaikan ke pemerintah, namun saat ini masih pada tahap uji coba atau pilot project dan digunakan sebagai aplikasi penebusan pupuk non-subsidi,” jelas Eric.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) HM Yadi Sofyan Noor menyatakan bahwa untuk menghadapi perubahan iklim dan fenomena La Nina, pihaknya akan melakukan rembukan bersama petani untuk menentukan awal musim tanam dan mendorong melakukan tanam serentak.

Selain itu, Yadi juga berharap pemerintah dapat menyediakan benih yang bisa beradaptasi terhadap perubahan iklim tersebut. Ia juga berharap ketersediaan pupuk bersubsidi secara tepat waktu dan sasaran, karena ini merupakan hal yang paling penting.

“Walaupun kami memahami bahwa pupuk tidaklah langka, namun memang kurang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Takdir Mulyadi menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai antisipasi dampak La Nina. Diantaranya melakukan pemetaan wilayah rawan banjir, memantau laporan cuaca BMKG, penyediaan alsintan pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga menyiapkan bantuan pompa air untuk antisipasi banjir di lahan pertanian.

“Terkait itu semua kita juga menyiapkan beberapa teknologi dan varietas unggul yang tahan terhadap genangan dan kekeringan,” pungkasnya. (rs)

Bagikan

Leave a Reply