“Taksi” Alsin Akan Segera Diluncurkan

“Taksi” Alsin Akan Segera Diluncurkan
traktor tangan/ist
Spread the love

PODZOLIK.COM—Dalam upaya mempercepat mekanisasi di sektor pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan program Taksi Alsin. Targetnya, pada tahun 2022 mampu menyalurkan 1.000 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) ke petani.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Ali Jamil mengungkapkan, program ini bertujuan percepatan mekanisasi di sektor pertanian. “Saat ini kita kekurangan alsintan,” ungkapnya (27/12/2021).

Dirjen Ali menjelaskan, bahwa program tersebut lahir dari ide Mentan Syahrul Yasin Limpo ketika menjabat kepala daerah. Kemudian program ini juga telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo, meski pelaksanaanya baru akan bergulir tahun depan

“Mentan mempunyai ide dan pengalaman ketika menjadi Bupati Gowa, alsintan itu disewakan seperti Taksi Blue Bird atau Presiden Taksi,” ujar Ali. “Program ini telah disampaikan Menteri Pertanian ke Presiden. Taksi Alsin ini adalah bagimana masalisasi alsin kita yang notabene kalah jauh dengan Amerika dan Jepang,” sambung Ali.

Dia menargetkan, program Taksi Alsin mulai berjalan awal tahun depan. “Tahun 2022 mencapai 1.000 unit dan ini akan bergerak cepat,” ujar Ali Jamil.

Ali Jamil menargetkan setiap kabupaten mendapat 2 unit. “Total 540 kabupaten, minimal ada 480 kabupaten memiliki sawah akan didorong menggunakan Taksi Alsin, sehingga percepatan mekanisasi kita bisa melonjak ke level 10, dari sekarang di bawah level 5,” jelas dia.

Program ini tidak dibiayai oleh APBN, namun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Himpunan Bank Negara (Himbara) seperti BRI, Bank Mandiri dan BNI komitmen membiayai program Taksi Alsin melalui KUR,” ujar Ali Jamil.

Sebelumnya, Kementan mempunyai program Unit pengelola jasa alsintan (UPJA) yang dibiayai APBN dan Brigade Alsintan dikelola oleh DInas Kabupaten. “Apabila UPJA ingin meningkatkan alatnya itu bisa dibantu KUR, namun Taksi Alsin sepenuhnya dari KUR,” jelas dia.

Dalam perhitungan Ali Jamil, satu unit Taksi Alsin mengcover area 150 hektare, dengan biaya senilai Rp1,8 miliar. Taksi Alsin berupa traktor roda dua, traktor roda empat, pompa, combine harvester dan pipa air.

Menurut dia, Taksi Alsin bisa dimanfaatkan oleh siapa pun. “Setiap orang bisa masuk investasi traktor roda dua atau DP dan operasikan disitu,” ujar dia.

Untuk memesan Taksi Alsin ini mudah dengan meggunakan aplikasi atau telepon langsung ke kantor. “Jadi orang bisa pesan pakai android atau telepon, besok mau mengolah lahan seluas sekian hektare, butuh traktor roda dua, roda empat dan combine harvester mau panen,” ungkap Ali Jamil. (dl)

Bagikan