Swasembada Bawang Putih Kuncinya Penguatan Perbenihan

Swasembada Bawang Putih Kuncinya Penguatan Perbenihan
Spread the love

PODZOLIK.COM – Pemerintah terus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan nasional, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Selain menjaga stabilitas harga, penguatan pasokan komoditas strategis juga menjadi fokus utama, termasuk pada bawang putih sebagai salah satu komoditas hortikultura penting.

Dalam konteks tersebut, penguatan sektor hulu, khususnya perbenihan, menjadi faktor kunci dalam mendorong percepatan swasembada bawang putih nasional.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa kondisi pasokan bawang putih nasional saat ini relatif terjaga. Ketersediaan stok dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, seiring mulai meningkatnya produksi dalam negeri pada semester pertama tahun ini.

“Kalau kita lihat, produksi bawang putih dalam negeri sudah mulai bergerak sejak Maret di kisaran 2,4 ribu ton, dan pada April ini meningkat menjadi sekitar 4,2 ribu ton. Ini perkembangan yang positif, karena artinya pasokan domestik mulai terisi dan semakin memperkuat ketersediaan di pasar,” ujar Maino saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Sayuran (BRMP Sayuran), Lembang, Kamis (9/4/2026).

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, menegaskan bahwa penguatan perbenihan merupakan titik krusial dalam pembangunan pertanian. Ia menilai keberhasilan peningkatan produksi sangat ditentukan oleh kualitas benih yang digunakan petani.

“Kunjungan ini sangat penting dan strategis, karena benih merupakan titik awal sekaligus penentu utama keberhasilan pembangunan pertanian. Kualitas benih akan sangat memengaruhi produktivitas, ketahanan terhadap perubahan iklim, hingga daya saing produk pertanian kita,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa bawang putih masih menjadi komoditas angan yang sebagian besar masih impor. Hal ini karena produksi dalam negeri masih belum memenuhi kebutuhan nasional. Oleh karena itu, penguatan sektor hulu dinilai sebagai langkah mendasar untuk mendorong kemandirian produksi dalam negeri.

“Kita membutuhkan bibit-bibit unggul, dan itu bisa dihasilkan melalui penguatan peran balai-balai penelitian seperti ini. Jika kapasitas peneliti dan fasilitasnya terus diperkuat, insya Allah kami di Komisi IV DPR RI akan memperjuangkan ini,” tambahnya.

Dari sisi petani, aspirasi penguatan sektor hulu juga mengemuka. Petani bawang putih asal Kabupaten Bandung Barat, Usep Saefudin, menyampaikan bahwa tantangan utama dalam pengembangan bawang putih terletak pada keterbatasan benih unggul dan kesesuaian lahan.

“Kami berharap ada inovasi benih yang bisa ditanam di dataran lebih rendah, jadi petani punya pilihan dan tidak harus bersaing dengan komoditas lain di dataran tinggi. Selain itu, dukungan pupuk dan pendampingan juga sangat kami butuhkan agar produksi bisa lebih optimal,” ujar Usep.

Lebih lanjut, Direktur Maino mengungkapkan pemerintah akan terus mendorong penguatan produksi dalam negeri secara berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen.

“Di satu sisi kita dorong peningkatan produksi, termasuk melalui penguatan perbenihan. Namun di sisi lain, pemerintah juga memastikan ketersediaan tetap aman melalui pengaturan pasokan yang terukur. Ini yang terus kita jaga agar keseimbangan tetap terjaga,” tutupnya. (dl)

foto : istimewa.

Bagikan