UEA Investasi USD 21,8 juta Bangun 25 hektare Kebun Blueberry
PODZOLIK.COM—Uni Emirat Arab (UEA), kini terus berupaya mengembangkan sektor pertanian, khusunya hortikultura. Meskipun berada di wilayah yang sebagian besar berupa gurun, hal tersebut tidak menjadi halangan.
Seperti diutip dari hortidaily dan zawya.com, belum lama ini Elite Agro Holding dan Emirates Food Industries telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan perkebunan blueberry seluas 25 hektare di Al Ain, UEA, dengan nilai investasi sebesar US$21,8 juta (AED 80juta).
Proyek tersebut merupakan bagian dari investasi dan kemitraan di sektor pertanian senilai US$179,7 juta (AED 660 juta) yang diumumkan di UEA, Maroko, dan Mauritania. Proyek-proyek tersebut mencakup lahan seluas lebih dari 9.300 hektare.
Investasi di Al Ain tersebut, akan memperluas budidaya blueberry di UEA yang sebelumnya sudah ada, serta meningkatkan pasokan dalam negeri. Menurut pihak perusahaan, proyek ini akan memanfaatkan teknologi pertanian modern dan keahlian khusus untuk meningkatkan efisiensi budidaya serta memasok buah beri hasil produksi lokal ke pasar.
Joseph Abdo, CEO Emirates Food Industries, mengatakan, “Kemitraan ini mencerminkan komitmen kami untuk memperluas produksi pertanian lokal dan membangun kapasitas guna memasok produk segar berkualitas tinggi di UEA. Melalui kerja sama dengan Elite Agro Holding, kami bertujuan memadukan keahlian khusus dengan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas ragam produk lokal yang tersedia guna memenuhi permintaan pasar.”
Blueberry juga akan menjadi bagian dari investasi terpisah di Maroko. Elite Agro Holding dan Arab Authority for Agricultural Investment and Development telah menandatangani nota kesepahaman untuk pengembangan perkebunan Sidi Yehia yang mencakup lahan seluas sekitar 400 hektare.
Proyek di Maroko ini bernilai investasi US$38,1 juta (AED 140 juta) dan akan berfokus pada komoditas blueberry, jeruk mandarin, serta alpukat untuk pasar domestik maupun ekspor. Proyek ini dijadwalkan menjadi perkebunan kedelapan milik Elite Agro Holding di Maroko.
Portofolio investasi yang lebih luas ini juga mencakup dana sebesar US$119,8 juta (AED 440 juta) untuk proyek pertanian Aftout/Rosso di Mauritania. Proyek seluas sekitar 8.900 hektare ini menargetkan produksi pertanian sekitar 244.000 metrik ton untuk pasar domestik dan ekspor ke negara-negara tetangga. (rs-berbagaisumber)
foto : dok.zawya

