Asrokh Nawami Terpilih Menjadi Pimpinan Baru GPPU
PODZOLIK.COM—Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) melakukan kongres ke-14 (22/07/2026), dan secara musayawarah mufakat menetapkan Asrokh Nawawi menjadi Ketua Umum GPPU periode 2026 – 2031.
Dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua Umum GPPU, Asrokh mengatakan bahwa menjadi Ketua Umum GPPU bukan amanah ringan, karena tantangan industri perunggasan semakin besar dan kompleks dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, Asrokh berharap dukungan seluruh anggota GPPU serta seluruh insan perunggasan Indonesia agar dapat maju bersama.
“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Insya Allah, melalui kebersamaan, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai dinamika yang ada, industri perunggasan nasional akan terus tumbuh dan berkembang,” ungkap Asrokh.
Sebagai langkah jangka pendek, Asrokh menyebutkan prioritasnya adalah menyusun data potensi populasi dan potensi produksi dari seluruh anggota GPPU. Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai proyeksi produksi dalam satu, dua, tiga, hingga beberapa tahun ke depan.
“Dengan data yang lebih akurat, kita dapat menyusun langkah-langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar,” jelasnya.
Untuk jangka panjang, Ia ingin GPPU menjadi manifestasi arsitek industri perunggasan nasional. Seorang arsitek tidak hanya mampu merancang bangunan indah, tetapi juga memastikan bangunan tersebut kokoh, nyaman, dan memberikan manfaat bagi penghuninya. Demikian pula GPPU harus menjadi organisasi yang mampu mendesain masa depan industri perunggasan Indonesia agar lebih sehat, berdaya saing, dan menjadi rumah nyaman bagi seluruh pelaku usaha, baik skala besar maupun kecil.
Seperti diketahui bersama, industri perunggasan tengah menghadapi tekanan luar biasa. Beberapa waktu lalu harga live bird (ayam hidup) jatuh di bawah Harga Pokok Produksi (HPP), demikian pula harga telur dan DOC (ayam umur sehari) sebagai produk utama anggota GPPU juga mengalami penurunan hingga berada jauh di bawah HPP.
“Namun, Alhamdulillah, kondisi saat ini membaik. Ke depan, bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, kami akan terus menjaga stabilitas harga live bird, telur, dan DOC agar tetap berada pada tingkat yang sehat, menguntungkan bagi pelaku usaha, sekaligus tetap memberikan harga yang wajar bagi masyarakat sebagai konsumen,” paparnya.
Asrokh menuturkan prospek industri perunggasan Indonesia masih sangat menjanjikan. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar. Konsumsi daging ayam saat ini sekitar 14 kg/kapita/tahun dan masih dapat terus ditingkatkan. Demikian pula konsumsi telur yang saat ini berada di kisaran 24 kg/kapita/tahun masih berpotensi tumbuh.
“Dengan potensi tersebut, kami optimistis industri perunggasan Indonesia akan terus berkembang menjadi industri yang tangguh, mandiri, berdaya saing, serta mampu memberikan manfaat bagi seluruh pelaku usaha dan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Ketua Panitia Kongres, Tri Mahawijaya Herlambang menuturkan Kongres GPPU ke-14 menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan komitmen seluruh anggota dalam memperkuat organisasi. Kehadiran 37 perusahaan anggota dengan 90 hak suara yang digunakan dalam seluruh proses persidangan, serta partisipasi 111 peserta dari unsur anggota, pengurus, dan Dewan Pembina, menunjukkan bahwa setiap keputusan yang dihasilkan melalui proses demokratis, partisipatif, dan penuh tanggung jawab.
“Atas nama Panitia Pelaksana, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, pengurus, Dewan Pembina, serta 29 perusahaan sponsor yang telah memberikan dukungan luar biasa. Keberhasilan kongres ini merupakan hasil kerja sama dan kontribusi seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.
Maha berharap seluruh hasil kongres dapat menjadi landasan yang kokoh bagi GPPU untuk semakin solid, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan industri penunjang penerbangan di Indonesia. (af)
Foto : Ist.
