Produksi Gabah Turun, NFA Sarankan Revitalisasi Penggilingan

Produksi Gabah Turun, NFA Sarankan Revitalisasi Penggilingan
Spread the love

PODZOLIK.COM—Fenomena El Nino ditengarai berpotensi mengakibatkan turunnya produksi gabah hingga 5%. Kondisi tersebut berakibat mulai naiknya harga beras.

Namun demikian, Kepala NFA / Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi mengatakan, banyak faktor yang membentuk harga beras, mulai dari biaya pupuk, ongkos transportasi sampai biaya orang kerja.

Akibatnya, harga beras sulit menyamai seperti tahun lalu. Kunci utamanya memang di produksi yang menjelang akhir tahun trennya turun.

“Terhadap teman-teman penggilingan padi pun rasanya perlu perhatian berupa revitalisasi alat agar mereka tidak kalah saing dengan dapat meningkatkan kualitas giling menjadi beras premium,” kata Arief dalam keterangan resminya. (31/8/2023).

Pemerintah, lanjut Arief, terus berupaya mengantisipasi kondisi tersebut dengan memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tercukupi.

“Kita antisipasi penurunan produksi 5 persen akibat El Nino melalui penyaluran CPP. Semoga penurunan produksi tidak lebih dari 5 persen, namun NFA bersiap untuk antisipasi apabila penurunan produksi sampai 7 persen,” ujar Arief.

Menurut Arief, pihaknya telah menyiapkan stok sampai Februari dan April 2024. Pasalnya pada Februari terdapat momen Pemilu, sedangkan April terdapat hari raya Idul Fitri.

“Untuk itu, kita siapkan stok sejak tahun lalu, sehingga apabila ada kejadian seperti El Nino ini, CPP bisa dilepas sebagai langkah pemerintah dalam intervensi di pasar. Ini penting untuk menjaga harga dan terhadap stok CPP juga harus terus dikuatkan,” ungkap dia.

Arief menyampaikan hingga Rabu 30 Agustus 2023, harga Gabah Kering Panen (GKP) telah menyentuh kisaran harga Rp6.700—Rp7.000 per kg, sementara harga beras sangat bergantung pada harga GKP tersebut.

Faktor-faktor lain yang membentuk harga beras, juga mengalami penyesuaian, misalnya terhadap biaya pupuk, ongkos transportasi sampai biaya orang kerja.

Adapun NFA/Bapanas melalui Bulog pada tahun ini, telah berhasil menyiapkan stok CBP dengan kondisi realisasi penyaluran atau distribusi melalui bantuan pangan dan SPHP mencapai 1,5 juta ton. Sementara masih ada stok aman sekitar 1,5 juta ton dan 400 ribu ton yang akan masuk lagi. (dl)

Foto : Istimewa.

Bagikan