NFA dan BRIN Kerjasama Pemanfaatan Inovasi Untuk Pembangunan Pangan

NFA dan BRIN Kerjasama Pemanfaatan Inovasi Untuk Pembangunan Pangan
Spread the love

PODZOLIK.COM—Pemerintah terus berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional berjalan beriringan dengan pemanfaatan riset dan inovasi. Oleh karena itu, penerapan kebijakan pembangunan pangan berbasis riset, data, serta visi inovatif menjadi variabel kunci yang harus ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi, pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program dan Kegiatan Badan Pangan Nasional Tahun Anggaran 2023, di IPB International Convention Center (IICC) Bogor. Menurutnya, riset dan inovasi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam upaya memperkuat sektor pangan nasional.

“Maka dari itu, NFA bersama BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) sepakat memperkuat kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan hasil invensi dan inovasi, serta kebijakan untuk peningkatan pembangunan di bidang pangan. Kita harap kolaborasi ini memberikan dampak besar bagi kemajuan pangan nasional, mengingat BRIN merupakan lembaga negara kredibel di bidang riset dan inovasi,“ ujarnya usai penandatanganan nota kesepahaman.

Melalui kerja sama ini akan dijalankan berbagai program penguatan pangan, meliputi aspek ketersediaan dan stabilitas pangan, pengentasan rawan pangan dan gizi, serta penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan.

“Salah satu yang urgen dikerjakan bersama BRIN adalah pengembangan dan penyatuan data pangan dari mulai stok dan harga pangan di seluruh daerah. Kita harus tahu persis berapa stok 9 komoditas pangan di daerah, karena sangat krusial dan menentukan arah kebijakan,” ungkapnya. (4/7/2023).

Arief mengatakan, sebelumnya kerja sama NFA dan BRIN telah berjalan untuk sejumlah program diantaranya penyusunan standar mutu beras dan vanilla, kajian posisi Indonesia dalam forum Codex Internasional, pemberian rekomendasi teknis penerbitan Sertifikat Penerapan Penanganan yang Baik (SPPB PSAT), hingga pengembangan Artificial Intelligence (AI) untuk forecasting atau peramalan harga pangan. Saat ini kerja sama tersebut masih terus berjalan

“Sebelumnya kita telah bekerja sama dengan BRIN. Penandatanganan nota kesepahaman ini memantapkan kolaborasi yang terjalin. Salah satu yang terbaru adalah demonstrasi area penanaman benih unggul di Sukamandi bersama ID Food dan Sang Hyang Seri member of ID Food. Dalam Dem-area ini kita minta BRIN untuk penyiapan benih unggul yang nantinya dibudidayakan masal untuk pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP),” terangnya.

Melihat luasnya potensi kerja sama pengembangan pangan bersama BRIN, Arief mengajak seluruh Dinas Urusan Pangan Provinsi serta Kabupaten/Kota melakukan kolaborasi serupa di daerah masing-masing, sehingga semakin banyak riset, pengembangan, dan inovasi yang lahir berdasarkan potensi lokal setiap daerah.

“Saya mengajak seluruh Dinas urusan pangan baik di provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menginisiasi atau memperkuat kerja sama dengan BRIN daerah. Lihat apa potensi daerah yang bisa dikembangkan dan fokuskan di sana,” imbuhnya.

“Sudah seharusnya kita mengedepankan riset dan inovasi sebagai landasan dan pertimbangan utama dalam pengambilan kebijakan, khususnya terkait pangan. Kebijakan yang memiliki rujukan riset yang kuat bisa menjadi solusi yang presisi dan tepat sasaran,”  tambahnya di hadapan para Kepala Dinas urusan pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Kerja sama ini menambah sinergitas lintas sektor yang telah dijalin NFA. Arief menyebutkan, untuk percepatan pelaksanaan tugas dan fungsi, NFA telah menggandeng Kementerian Perdagangan, Kementerian Sosial, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Badan Pusat Statistik (BPS), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, serta institusi perguruan tinggi dan berbagai asosiasi.

“Salah satu misi NFA adalah membangun konektivitas karena kita menyadari pembenahan pangan nasional tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu dukungan banyak pihak terutama unsur pentahelix, seperti pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media. Hal ini sejalan arahan Bapak Presiden, agar seluruh stakeholder pangan nasional bersinergi memperkuat ketahanan pangan nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyampaikan, BRIN siap mendukung penuh NFA, khususnya dalam membuat kebijakan berbasis sains dan data.

“Kalau kita bicara pangan dan tidak berbasis data serta angka berpotensi menghasilkan kebijakan tidak tepat, terlebih Indonesia sebagai negara kontinen, kebutuhan akan data akurat dan sahih di setiap lokasi menjadi sangat penting untuk memastikan produksi, termasuk juga seluruh rangkaian supply chain pangan,” paparnya.

Ia juga mengatakan, turut mendukung dilakukannya kerja sama spesifik dalam bidang pangan antara BRIN Daerah dengan seluruh Dinas urusan pangan.

“Jangan segan meminta dukungan BRIN Daerah untuk mendukung implementasi kebijakan pangan, misalnya terkait kajian detail, data, atau riset,” pungkasnya. (rs)

Foto : Istimewa.

Bagikan