Festival Ayam Dan Telur 2024 Sasar Anak Stunting di Bogor

Festival Ayam Dan Telur 2024 Sasar Anak Stunting di Bogor
Spread the love

PODZOLIK.COM— Festival Ayam dan Telur (FAT) kembali digelar tahun 2024 ini. Kelurahn Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor didapuk menjadi lokasi pusat kegiatan.

Diungkapkan oleh Ruri Sarasono Direktur Global Permata Perkasa pelaksana FAT 2024, menjabarkan bahwa FAT) merupakan hajatan bersama pelaku perunggasan dalam mengkampanyekan pentingnya konsumsi daging ayam dan telur. Tujuan utama FAT yakni menekan dan mencegah laju stunting melalui intervensi pemberian telur kepada anak penderita stunting.

Ruri mengatakan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Yang disebabkan antara lain karena kurangnya asupan gizi baik secara akses ataupun ketersediaan pangan bergizi dan kesehatan.

“Pada akhirnya dalam jangka pendek stunting mengakibatkan gagal tumbuh, hambatan perkembangan kognitif dan motorik serta tidak optimalnya ukuran fisik tubuh dan gangguan metabolisme. Dan dalam jangka waktu panjang mengakibatkan menurunnya kapasitas intelektual serta meningkatkan resiko penyakit lainnya. Kompleksnya dampak akibat stunting, sedikit banyak akan mempengaruhi sisi pembangunan sumber daya manusia serta produktivitas ekonomi,” paparnya.

“Kami ingin FAT 2024 berdampak dan tepat sasaran yang berdasarkan data, karena itu kami memulai dengan intervensi pemberian telur pada anak penderita stunting di Kelurahan Curug Kota Bogor selama 3 bulan penuh dengan pemberian 2 butir telur per hari atau sekitar 1 ton telur selama 3 bulan,” ungkapnya.

PJ Walikota Bogor Dr. Hery Antasari, yabg turut hadir dalam seremoni tersebut menyampaikan apresiasinya kepada pelaku usaha perunggasan dalam payung Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI).

”Penyelesaian permasalahan serta dampak stunting sangat kompleks. Oleh karenanya pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam menekan prevalansi stunting. Kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat perunggasan yang langsung menyasar objek stunting kami harap bisa ditiru,” terang Hery.

Dia mengatakan target pemerintah pusat adalah zero stunting di seluruh Indonesia. Kota Bogor, menurut Heri pada 2024 ini harus bisa menurunkan angka stunting kembali.

Pada 2023 lalu Kota Bogor berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana berhasil menurunkan 514 kasus stunting dari total 2.363 kasus. Dan di 2024 prevalansi stunting di Kota Bogor ditargetkan turun diangka 14%.

“Mudah-mudahan 5 tahun, 4 tahun mendatang sudah bisa zero stunting. Ini yang akan saya titipkan ke Walikota Bogor selanjutnya. Program stunting harus menjadi program prioritas Kota Bogor,” ungkapnya.

Sementara Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi, menutarakan bahwa berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan angka stunting di Kota Bogor. Dari 16 kelurahan dengan total 253 ribu jiwa, pada 2023 terdapat 700 balita mengalami stunting di Bogor Barat. Kerja sama dengan kepala puskesmas dilakukan untuk menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.

Salah satu program yang diinisiasi untuk penurunan stunting adalah Camat Dudi adalah Gorosting yang berkolaborasi dengan 39 pemangku kepentingan, termasuk IPB University dan beberapa perusahaan.

“Program ini mendampingi 5 kelurahan di sekitar IPB dan 19 kelurahan lainnya di sekitar Bogor Barat,” pungkasnya. (rs)

Foto : ist.

Bagikan