Selandia Baru Makin Optimis Dengan Pendapatan Dari Ekspor Hortikulturanya

Selandia Baru Makin Optimis Dengan Pendapatan Dari Ekspor Hortikulturanya
Istimewa.
Spread the love

PODZOLIK.COM—Kinerja produk hortikultura Selandia Baru terus menunjukkan hasil positif. Negara beri Ibu Kota Welington ini dalam laporan yang dipublikasinan baru-baru ini menyebut bahwa perkiraan pendapatan ekspor hortikultura meningkat menjadi $8,19 miliar pada tahun 2025.

Dikutip dari hortidaily, situasi dan Prospek Industri Primer dari Kementerian Industri Primer Selandia Baru, menunjukkan masa depan yang sangat cerah bagi perkembangan hortikultura disana.

“Laporan tersebut menunjukkan industri hortikultura melampaui sektor kehutanan untuk menjadi penghasil pendapatan ekspor terbesar ketiga di sektor pangan dan serat pada tahun 2025,” kata Kepala Eksekutif Hortikultura Selandia Baru (HortNZ) Nadine Tunley.

“Ini adalah kabar baik bagi para petani dan masyarakat pedesaan kami, yang telah menunjukkan ketahanan luar biasa melalui masa-masa sulit akibat peristiwa cuaca pada tahun 2023. Laporan ini memberikan gambaran yang optimis dan menunjukkan kepercayaan yang besar terhadap sektor ini.”

Masih dari sumber yang sama, Laporan tersebut menguraikan kinerja ekspor sektor pangan dan serat Selandia Baru selama 5 tahun terakhir hingga 2025. Diketahui, meskipun pendapatan ekspor hortikultura diperkirakan turun 1% menjadi $7,0 miliar pada tahun ini hingga 30 Juni 2024, angka tersebut terutama didorong oleh penurunan volume anggur dan sayuran.

Namun, harga ekspor diperkirakan akan meningkat, didukung oleh kuatnya permintaan global dan terbatasnya pasokan global. Pemulihan hasil panen pada 2024 diperkirakan akan mengimbangi volume yang lebih rendah untuk beberapa tanaman, yang sebagian besar disebabkan oleh berakhirnya panen tahun 2023 yang terkena dampak cuaca.

“Sungguh menggembirakan melihat bahwa dengan peningkatan hasil panen, permintaan konsumen yang kuat, dan harga-harga, pendapatan ekspor sektor kita diperkirakan akan meningkat secara signifikan sebesar 17 persen hingga mencapai $8,19 miliar pada tahun 2025.”

Meskipun ekspor alpukat diperkirakan akan terpukul dalam jangka pendek karena kerusakan tanaman akibat Topan Gabrielle, ditambah dengan kuatnya produksi dalam negeri di Australia, yang mengimpor sebagian besar alpukat dari Selandia Baru, tetapi pertumbuhan yang kuat diperkirakan akan terjadi di pasar Asia.

Sementara itu, buah ceri merupakan tanaman yang semakin menjanjikan bagi Selandia Baru, dengan pendapatan ekspor yang naik sebesar 8% menjadi $84 juta pada tahun ini. Hal tersebut terjadi karena adanya perluasan produksi dan diperkirakan akan tumbuh 14 % menjadi $96 juta pada tahun depan.

“Kami mempunyai angin positif yang bertiup bagi para petani ceri. Dengan jatuhnya Tahun Baru Imlek pada tanggal 10 Februari pada musim ini, para petani ceri kami memiliki waktu yang lebih panjang untuk memanfaatkan pasar-pasar utama yang menjadi bagian dari perayaan ini dan menerima harga premium. Rute penerbangan tambahan dari Christchurch ke Tiongkok dan Hong Kong selama musim ekspor ceri juga akan menguntungkan para petani di Central Otago,” ujarnya.

Pendapatan ekspor untuk sayuran segar dan olahan tumbuh 18% hingga mencapai rekor $737 juta pada tahun ini, sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga ekspor, yang lebih dari cukup untuk mengimbangi penurunan besar dalam jumlah ekspor yang disebabkan oleh gangguan akibat Topan Gabrielle. (sr-berbagaisumber)

Bagikan